Breaking News

Sabtu, 20 Mei 2017

ALIRAN-ALIRAN DALAM SENI RUPA

1. Naturalisme


         Suatu aliran seni rupa yang mengutamakan kesesuaian dengan keadaan makhluk hidup, alam & benda mati sebenarnya. Contoh yang paling terlihat adalah pada lukisan potret diri, pemandangan alam/landscape.
2. Realisme



         Aliran ini menunjukan suatu keadaan sosial yang sesungguhnya dan biasanya memperhatikan dan sedang berkejolak didunia atau suatu tempat tertentu. Contoh : kemiskinan, kesedihan, atau peristiwa yang memilukan.
3. Romantisme



         Aliran ini umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis, penuh khayal, atau petualangan para pahlawan purba. Juga banyak menampilkan berbagai perilaku & karakter manusia yang dilebih-lebihkan. Gaya ini juga berkembang di Jerman, Belanda, dan Perancis.
4. Impresionisme



         Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet (1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Karya ini menggambarkan bunga teratai di pagi hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan oleh sebagian kritikus seni disebut "impresionitik", suatu lukisan yang menampilkan bentuk yang sederhana & terlampau biasa.
5. Ekspresionisme



        Suatu aliran dalam seni rupa yang melukis suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan/keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional & ekspresif. Salah seorang pelukis yang beraliran ekspresionisme adalah Vincent Van Gogh (1853-1890). Lukisan-lukisannya penuh ekspresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan hidup. Salah satu lukisan yang terkenal adalah "malam penuh bintang" (1889) yang mengekspresikan gairah yang tinggi sekaligus perasaan kesepian.
6. Kubisme



          Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analitis yang mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan kubisme sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan yang saling tumpang dan tembus.
7. Kontruksifisme



          Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia, penggagasannya antara lain : Vladimir Tattin, Antonie Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang diperlukan adalah bahan modern seperti besi beton, kawat, bahan plastik.
8. Abstrakisme



          Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis bentu-bentuk dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Kadinsky dan Piet Mondrian merupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni tanpa terikat dengan wujud di alam.
9. Dadaisme



          Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecenderungan menihilkan hukum-hukum keindahan yang ada. Ciri utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan "Monalisa" karya Leonardo da Vinci tetapi di beri kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tanda tangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.
10. Surealisme



         Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun visual. Bentuk-bentuk alam dideformasi, sehingga penuh fantasi dan di luar kewajaran.
11. Elektisisme



         Yaitu gerakan seni awal abad ke-20 yang mengkombinasikan sebagai sumber gaya yang ada di dunia menjadi wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini, antara lain : gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni Amerika Latin, gaya esetik Mesir Purba, dan Yunani Kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya ini, antara lain : Picasso (disamping sebagai tokoh kubisme), Paul Gaugguin, Georges Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo.
12. Posmodernisme



         Istilah seni ini umumnya disebut seni kontemporer yaitu mngelompokan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan populer dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang.
         Gaya ini sering diartikan sebagai aliran yang berkembang setelah seni modern. Jika dalam seni modern lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya baru, dalam seni Posmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantik (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By