1. Gangguan Kesehatan
a. Karbonmonoksida (CO)→tidak berbau, tidak berwarna. berasal
dari asap kendaraan bermotor, pembakaran yang tidak sempurna,
industri, dll.
Akibat/Efek :
CO + Hb → COHb
(karbonmonoksida) + (hemoglobin) → karbon hemoglobin
- Hemoglobin di dalam tubuh berfungsi untuk mengikat O2 dan
mengalirkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.
- Jika tubuh kita menghirup CO, CO akan mengikat Hb dengan kuat
membentuk COHb (sulit dipisahkan) akibatnya Hb tidak
dapat mengalirkan O2 ke seluruh tubuh. Tubuh menjadi kekurangan.
O2 → lemas → pingsan → kematian.
Konsentrasi CO di udara dan pengaruhnya pada tubuh manusia
bila kontak terjadi pada waktu cukup lama.
Konsentrasi CO
di udara (ppm)
|
Konsentrasi COHB
dalam darah (%)
|
Gangguan pada
tubuh
|
3
|
0,98
|
Tidak ada
|
5
|
1,30
|
Belum begitu terasa
|
10
|
2,10
|
Gangguan sistem saraf sentral (pusat)
|
20
|
3,70
|
Gangguan panca indra
|
40
|
6,90
|
Gangguan fungsi jantung
|
60
|
10,10
|
Sakit kepala
|
80
|
13,30
|
Sulit bernafas
|
100
|
16,50
|
Pingsan-kematian
|
b. Karbondioksida (C02)
Berasal dari respirasi (pernapasan), sisa pembakaran, industri,
kendaraan bermotor.
Efek : menaikan suhu (global warming), efek rumah kaca (green
house effect).
c. Nitrogen oksida, sulfur oksida, ozon
↓ ↓ ↓
(NOx) (SOx) (O3)
Bronkitis → radang pada bronkus.
Emfisema → pembuluh darah terganggu karena kemasukan udara.
Asma → penyempitan saluran pernapasan.
d. Materi partikulat
↓
dapat mengganggu pernapasan → kematian
e. Asap rokok
nikotin : menyebabkan kecanduan (adiksi)
tar : menyebabkan radang saluran pernapasan, kanker
f. Suara (kebisingan)
Kebisingan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1. Kebisingan implusif yaitu kebisingan yang datangnya tidak
terus menerus, misalnya suara palu ketika orang mengaku.
2. Kebisingan kontinyu yaitu kebisingan yang datangnya terus
menerus dalam jangka waktu yang cukup lama, misalnya mesin
yang dihidupkan.
3. Kebisingan semi kontinyu yaitu kebisingan kontinyu yang
hanya sekedap, kemudian hilang, tapi ada kemungkinan akan
terulang, misalnya suara kereta api/pesawat terbang yang lewat.
Tabel berbagai tingkat kebisingan
Tingkat kebisingan
|
dB
|
Contoh
|
-
|
0
|
(batas ambang dengar).
|
Amat sangat tenang
|
10-20
|
Suara daun bergesek.
|
Sangat tenang
|
30-50
|
Suara orang bercakap normal.
|
Bising
|
60-70
|
Suara orang berteriak, suara vacum cleaner, suara
sirine, suara mesin disel, suara mesin pengolah kapas, suara blender.
|
Menulikan
|
100-120
|
Suara pesawat jet, suara halilintar, suara mesin
traktor, suara mesin tekstil, suara mesin pabrik baja.
|
Amat sangat menulikan
|
>120
|
Suara mesin roket
|
B. Polusi Air
Air yang telah tercemar akan sulit dimanfaatkan manusia karena keruh,
bau, dll.
Dampak polusi air :
1. Gangguan Kesehatan
a. Penyakit menular
|
Jenis Mikroba
|
Penyakit
|
Gejala
|
|
Virus
Virus hepatitis A
|
Hepatitis A
|
Demam, sakit kepala, sakit perut, kehilangan selera makan, pembekuan
hati sehingga tubuh menjadi kuning.
|
|
Virus Polio
|
Poliomyolitis
|
Tenggorokan sakit, demam, diare, sakit pada tungkai dan punggung,
kelumpuhan, dan kemunduran fungsi otot.
|
|
Bakteri Vibrio Cholerae
|
Kolera
|
Diare yang sangat parah, muntah-muntah, kehilangan cairan yang sangat
banyak sehingga menyebabkan kejang dan lemas.
|
|
Eschericia Coli
|
Diare
|
Buang air besar berkali-kali, kotoran encer, terkadang diikuti rasa
mulas atau sakit perut.
|
|
Salmonella Typi
|
Tifus
|
Sakit kepala, demam, diare, muntah-muntah, peradangan, dan pendarahan
usus
|
|
Protozoa Entamoeba histolytica
|
Disentri amuba
|
Infeksi usus besar, diare, kotoran mengandung lendir dan darah, sakit
perut.
|
b. Penyakit tidak menular
Beberapa polutan air adalah :
1. Kadmium (cd)
Sumber : Kadmium adalah logam berat yang digunakan oleh
banyak industri dalam proses produksinya. Contoh : pabrik pipa
PVC, pabrik pembuatan karet, dan pabrik kaca.
Efek : keracunan kadmium dapat mempengaruhi otot polos
pembuluh darah. Akibatnya tekanan darah menjadi tinggi dan
gagal jantung.
2. Kobalt (Co)
Sumber : banyak digunakan dalam industri sebagai bahan
campuran untuk pembuatan mesin pesawat, magnet, alat
pemotong atau penggiling, pewarna kaca, keramik & cat.
Efek : 1. Merusak kelenjar tiroid (gondok) sehingga penderita
akan kekurangan hormon yang dihasilkan kelenjar tersebut.
2. Gagal jantung dan endema (pembengkakan jaringan akibat
akumulasi cairan dalam sel).
3. Merkuri (Hg)
Sumber : baterai, cat, plastik termometer, lampu tabung, kosmetik, dll.
Efek : 1. Janin menjadi cacat mental
2. Kerusakan ginjal, saraf dan jantung
3. Sakit kepala, depresi dan perubahan perilaku (jika
konsentrasinya rendah)
4. Timbal (Pb)
Sumber : cat, pestisida, korosi dari pipa yang mengandung timbal.
Efek : 1. Pada wanita hamil menyebabkan keguguran, kelahiran
prematur, dan kematian janin.
2. Pada anak-anak menyebabkan kecacatan mental dan gangguan
fisik.
3. Pada orang dewasa menyebabkan hipertensi (darah tinggi).
2. Air tidak bermanfaat sesuai peruntukannya
a. Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan rumah tangga.
→ polusi air akan menyebabkan air berbau, keruh, dan mengandung
kuman penyakit.
b. Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan industri.
→ contoh : air mengandung minyak tidak dapat digunakan sebagai pelarut
kimia.
c. Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan pertanian dan perikanan.
→ air tercemar → pH berubah drastis → mematikan hewan & tanaman.
3. Menurunnya populasi berbagai biota air
⤷ Biota air = ganggang, ikan, udang, kerang, terumbu karang, dll.
⤷ Air yang mengandung fosfat (p) berlebih akan menyebabkan eutrofikasi
(gangguan/algae berkembang biak dengan subur sehingga populasi
meningkat pesat).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar